Ingin Menulis....Menulislah
Hobby saya sewatu kecil adalah membaca, dan tentunya punya
cita-cita menjadi penulis. Entah penulis
novel, puisi, buku, pokoknya penulis. Tetapi belum sekalipun kursus menulis,
belajar menulis, hanya keinginan dan cita-cita saja. Saya suka menjadi penulis,
saya pengen jadi penulis walupun banyak yang mengatakan sush jadi penulis. Menulis menjadi angan-angan dan cita-cita
saja.
Waktu SD saya bisa membaca buku cerita 1 hari 1 buku dari
gudang P&K yang mempet ke sekolahku, saya jebol dindingnya yang terbuat
dari bilik bambu dengan temanku bernama Rahmat, orang lain asyik istirahat kami
asyik membaca. Jika lonceng berbunyi maka bukunya dilempar lagi ke dalam
gudang. Begitulah kegiatan rutin tiap
istirahat sekolah yang aku lakukan dengan Rahmat temanku. Sekarang saya
ingat-ingat kok lupa ya, apa yang di baca dulu. Oh iya kita juga suka meminjam
komik silat dari teman perempuan yang punya persewaan komik silat, mungkin kid
jaman now tidak mengetahui ada persewaan
komik.
Masuk SMP keinginan menulis masih ada tapi dengan asyiknya
banyak main, praktis tidak pernah juga belajar menulis. Hanya keinginan dan cita-cita jadi penulis
tetap ada. Jadi penulis itu enak, kerja yang menentukan kita sendiri. Apalagi
kalau lihat kisah-kisah perjalanan menulis sambil jalan-jalan kayanya asyik
banget.
SMA juga belum sempat atau belum mau, atau belum terpikirkan
untuk menulis, menulis diary juga saya tidak senang. Selama 3 tahun SMA tidak
pernah suka membuat puisi atau apapun. Jika setelah liburan suruh mengarang
pengaaman liburan ya...seperti yang lain hanya berputar-berputar disekitar
topik itu. Anak SMA yang menulis pada
tahun 90an mungkin langka, karena menulis
ya hanya menulis di secarik kertas, mungkin memakai mesin TIK. Untuk
komputer masih sangat minim, saya pun yang ada di kota belajar komputer tahun
1992 dengan program Lotus, D base,
wordstar, Chi Writer dll. Bisa mengetik
pakai wordstar tetapi tidak digunakan sebagai modal untuk jadi penulis.
Masuk kuliah menulis hanya sebatas tugas kuliah, mengarang
indah dengan berbagai referensi, keinginan masih ada untuk jadi penulis, tapi
tetap tidak mau bergabung dengan UKM tetntan junalistik, kalau dikampus saya
dulu namanya Isola Pos. Menulis diary
..oh..No..gak ada waktu. Kuliah digunakan banyak kegiatan, senat, main basket,
kemping, jalan-jalan. Tidak terpikir
lagi untuk menulis.
Lulus kuliah langsung bekerja menjadi guru sosiologi tidak
terpikir untuk menulis buku. Hanya angan-angan ingin menjadi penulis terus
kuat, entah jadi penulis apa, cerpen, dongeng, biografi, essay, resensi ataupun
puisi. Menulis dan membaca mungkin
kegiatan yang tidak dapat dipisahkan, karena inspirasi kadang-kadang muncul
setelah kegiatan membaca.
Setelah bekerja hanya sebatas angan ingin menulis buku,
tetapi keinginan itu masih tetap ada, dan yakin seumur hidup, mosok gak ada
buku yang bisa diterbitkan. Walau belum
tahu buku apa yang akan ditulis tetapi masih yakin bisa membuat buku. Untuk bermanfaat
orang lain dengan mentransfer ide-ide
lewat buku. Karena ilmu di ikat
dengan tulisan, yang akan di baca turun temurun.
Banyak teori tentang menulis jika tidak dilksanakan menulis
hanyalah sebatas teori, yang penting ya menulislah, hanya tidak boleh mengina,
isu SARA dan sebagainya. Cita-cita
menjadi seorang penulis bisa kapan saja tercapai, tidak terhalang oleh umur. Hanya
alan nggak ada waktu yang membuat sangat sulit untuk menulis. Aku memotivasi diri maka Ayooooo Menulis...
Komentar
Posting Komentar